KELANGSUNGANHIDUP ORGANISME. Standar Kompetensi : 2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup Kompetensi Dasar 2.1. Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, Semuatumbuhan hijau termasuk produsen karena menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis, yaitu proses pembentukan karbohidrat dari karbon dioksida [CO2] dan air [H2O] dengan bantuan sinar matahari. Memengaruhi kemampuan organisme di sekitarnya untuk bertahan hidup, bereproduksi dan membantu kelangsungan hidup mahluk Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup suatu organisme : 1. suhu 2. air 3. seleksi alam 4. kemampuan reproduksi 5.kemampuan reproduksi - 397 Ganjar11 Ganjar11 21.10.2015 Biologi Sekolah Menengah Pertama terjawab • Kelangsunganhidup organisme dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi terhadap lingkungan, seleksi alam, dan perkembangbiakan. A. Adaptasi. Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Ada beberapa cara penyesuaian diri yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara penyesuaian bentuk organ tubuh, Vay Nhanh Fast Money. eHubunganantara kemampuan bereproduksi dengan kelangsungan hidup organisme apa saja ?1. Semakin tinggi kemampuan suatu organisme untuk berkembang biak, makakelangsungan hidup suatu organisme dalam sebuah populasi semakin dapatmenjauhi kepunahan. 2. Adaptasi hewan untuk meningkatkan keberhasilan dalam prosesperkembangbiakan dapat dilakukan dengan adaptasi tingkah laku, yaitupenyesuaian diri terhadap lingkungannya dengan mengubah tingkah lakuagar mampu bertahan hidup atau kelangsungan populasi organisme ini dapat dikaitkan dengan seleksi alam. contohnya padakupu-kupu. dahulu di inggris terdapat kupu-kupu berwarna cerah danberwarna gelap Biston betularia. tp karena pengaruh berkembangnyaindustri yang menyebabkan batang-batang pepohonan tertutup asap menyebabkan kupu-kupu yang berwarna gelap dapat bertahan hidupkarena dapat terlindung dari serangan predatornya sehingga kupu-kupuberwarna gelap dapat berkembang biak lebih baik. Sedangkan kupu-kupuberwarna terang lebih mudah diserang karena mudah terlihat olehpredatornya. Akhirnya, kupu-kupu berwarna terang terancam punah karenaperkembangbiakannya terganggu oleh predator. e Pada artikel ini kita akan runut lebih awal tentang asal usul kehidupan, yang sampai saat ini masih menjadi misteri. Sepanjang sejarah penelitian para ahli tentang asal usul kehidupan, terdapat beberapa teori penting yang masing-masing didukung oleh berbagai ahli. Teori asal usul kehidupan dan pembuktiannya dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Teori Abiogenesis Menurut teori Abiogenesis, makhluk hidup berasal dari benda tidak hidup atau dengan kata lain makhluk hidup ada dengan sendirinya. Teori ini dikenal juga dengan teori Generatio Spontanea karena makhluk itu ada dengan sendirinya. Aristoteles merupakan salah satu pelopor teori Abiogenesis ini, ia melakukan percobaan pada tanah yang direndam air akan muncul cacing. Pendukung lain teori Abiogenesis ini adalah seorang ilmuwan dari Inggris bernama Nedham. Ia melakukan penelitian dengan merebus kaldu dalam wadah selama beberapa menit yang kemudian ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari, terdapat bakteri dalam kaldu tersebut. Nedham berpendapat bahwa bakteri berasal dari kaldu. Setelah ditemukan mikroskop, Antonie van Leeuwenhoek melihat adanya mikroorganisme animalculus di dalam air rendaman jerami. Temuan ini seolah-olah menguatkan teori Abiogenesis. Para ilmuwan yang mendukung teori Abiogenesis menyatakan bahwa mikroorganisme itu berasal dari jerami yang membusuk. Akan tetapi, Leeuwenhoek menolak pernyataan itu dengan mengemukakan bahwa mikroorganisme itu berasal dari udara. Para penganut abiogenesis tersebut di atas dalam menarik kesimpulan sebenarnya terdapat kelemahan, karena mereka belum mampu melihat benda yang sangat kecil bakteri, kista, ataupun telur cacing yang terbawa dalam materi percobaan yang digunakan. Hal ini karena pada zaman Aristoteles belum ditemukan alat untuk itu mikroskop. Walaupun ada kelemahan pada percobaan, tetapi cara berpikir dalam mencari jawaban mengenai asal usul kehidupan di bumi ini sudah mengacu pada pola metode ilmiah. 2. Teori Biogenesis Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Tokoh-tokoh ilmuwan pendukung teori ini antara lain Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Francesco Redi merupakan orang pertama yang melakukan penelitian untuk membantah teori Abiogenesis. a. Percobaan Francesco Redi Francesco Redi melakukan penelitian menggunakan 8 tabung yang dibaginya menjadi 2 bagian. Empat tabung masing-masing diisinya dengan daging ular, ikan, roti dicampur susu, dan daging, keempat tabung tersebut dibiarkan terbuka. Empat tabung yang lain diperlakukan sama tapi tertutup rapat. Tidak terdapat larva dengan 4 tabung pertama, tetapi tabung ditutup rapat. Setelah beberapa hari pada tabung yang terbuka terdapat larva yang akan menjadi lalat. Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup – Di dalam dunia ini, tidak ada makhluk hidup yang akan mampu bertahan hidup tanpa mengalami kematian. Mengapa demikian? Karen setiap makhluk hidup memiliki umur atau waktu kehidupan yang terbatas. Misalnya nih sahabat, pernah tidak berpikir kenapa umur pohon kelapa jauh lebih panjang dibandingkan umur pohon jagung? Jawabannya seberapa sempurna perawatan suau tanaman, jika tanaman tersebut sudah mencapai batas umur maka akan mati tanpa terkecuali umur pohon jagung yang jauh lebih pendek dibandingkan pohon kelapa. Contoh lain adalah pohon pisang, coba kalian amati pohon pisang. Setelah berbuah bisa dipastikan pohon tersebut akan segera mati. Namun jika kalian amati lagi dengan seksama, sebelum berbuah kemudian mati, pohon pisang akan terlebih dahulu memunculkan tunas baru pada bagian bonggolnya. Tumbuhnya tunas pada pohon pisang, mengakibatkan kelangsungan hidup makhluk hidup, yaitu pisang terjaga. Meskipun induk pohon pisang mati, namun pertumbuhan pisang secara alamiah tertap terjaga. Kelangsungan hidup juga akan terjadi pada makhluk hidup lain seperti manusia dan hewan. Pengertian Kelangsungan Hidup Makhluk HidupAdaptasiSeleksi AlamPerkembang biakan Makhluk Hidup pict by Kelangsungan hidup makhluk hidup adalah kemampuan makhluk hidup untuk menjaga keturunannya dan mempertahankan hidupnya agar tetap lestari. Namun karena keserakahan makhluk hidup yang tingkatannya lebih tinggi dan akibat ketidakpedulian manusia akan kelestarian lingkungannya telah banyak merusak ekosistem yang ada. Bahkan sudah menjadi hukum alam, bahwa yang lebah akan dimangsa makhluk hidup yang lebih kuat. Jenis makhluk hidup akan lestari sampai saat ini karena makhluk hidup sebelumnya dapat bereproduksi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Ada beberapa hal yang mempengaruhi kelangsungan hidup organisme yaitu adaptasi, seleksi alam dan perkembangbiakan. Adaptasi pict by Pengertian adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ada beberapa cara penyesuaian diri makhluk hidup yang dapat dilakukan yaitu Adaptasi Fisiologi Adaptasi fisiologi adalah adaptasi makhluk hidup melalui penyesuaian tubuhnya dengan lingkungannya. Contoh adaptasi fisiologi adalah pada saat udara dingin manusia cenderung mengeluarkan banyak urine. Contoh lain adaptasi fisiologi manusia yaitu, mata manusia mampu menyesuaikan intensitas cahaya yang diterima. Ketika gelap, maka pupil manusia akan melebar. Sebaliknya ketika berada di tenpat yang terang, pupil manusia akan menyempit. Melebar dan menyempitnya pupil mata adalah upaya untuk mengatur intensitas cahaya. Contoh adaptasi fisiologi hewan yaitu ikan air laut cenderung menghasilkan urine yang pekat dibandingkan ikan sungai, hal ini terjadi akibat kadar garam air laut lebih tinggi daripada kadar garam air sungai. Tingginya kadar garam air laut menyebabkan ikan kekurangan air, sehingga ikan harus banyak minum. Akibatnya kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga untuk mengurangi kepekatan cairan tubuhnya, ikan air laut mengeluarkan urine yang pekat. Contoh adaptasi fisiologi tumbuhan yaitu tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat melindungi diri. Adaptasi Morfologi Adaptasi morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk tubuh yang berlangsung lama untuk kelangsungan hidup organisme. Jenis adaptasi ini sangat mudah untuk dikenali dan mudah diamati karena tampak dari luar. Meskipun hewan dapat bergerak bebas, hewan juga melakukan macam mcam adaptasi morfologi untuk menyesuaikan dengan jenis makanan dan tempat hidupnya. Adaptasi morfologi pada hewan berupa penyesuaian ukuran, bentuk gigi , penutup tubuh, dan alat gerak hewan. Gigi hewan disesuaikan dengan jenis makanannya, sehingga gigi hewan pemakan daging berbeda dengan hewan pemakan tumbuhan. Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungan dengan mengubah tingkah laku. Contoh adaptas tingkah laku yaitu bunglon merubah warna kulit sesuai tempat ia berada, cicak memutuskan ekor untuk melindungi diri, cumi-cumi menyemburkan cairan unruk melindungi diri dari musuh. Adaptasi akan terlihat perubahannya baik dari dalam maupun dari luar makhluk hidup sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan tempat hidupnya. Perubahan ini bersifat tetap dan khas untuk jenis makhluk hidup tertentu sehingga bisa diwariskan pada keturunannya demi menjaga kelangsungan hidup organisme. Seleksi Alam Seleksi alama dalah kemampuan alam untuk menyaring organisme yang hidup, dimana organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya akan selamat. Sedangkan organisme yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mati atau punah. Ada beberapa hal yang menjadi faktor seleksi alam, yaitu Suhu dan Lingkungan Di daerah yang dingin kalian akan menjumpai mamalia yang berbulu tebal, sementara di daerah tropis kalian akan menjumpai mamalia berbulu tipis. Mengapa demikian? Mamalia yang berbulu tipis, pada umumnya tidak bisa menyesuaikan diri pada lingkungan yang bersuhu rendah sehingga hewan tersebut akan tereliminasi dan punah. Sementara hewan mamalia yang berbulu tebal akan bertahan hidup karena bulunya tebal dan memiliki lapisan lemak yang digunakan untuk menghangatkan tubuhnya. Makanan Makanan adalah kebutuhan primer makhluk hidup. Semua makhluk hidup membutuhkan makan, sehingga makanan menjadi salah satu faktor seleksi alam. Makhluk hidup yang kuat dalam mempertahankan makanannya akan bertahan hidup, sementara makhluk hidup yang lemah dan tidak mampu bersaing dlaam perebutan makanan akan terseleksi alam. Selain yang disebutkan di atas, saat ini sangat banyak sekali faktor yang mempengaruhi proses seleksi alam. Contohnya perusakan habitat, perburuan liar, pencemaran lingkungan, dan penangkapan hewan. Ketika habitat hewan rusak, maka secara otomatis banyak hewan liar yang bermigrasi ke daerah lain yang tidak sesuai dengaan lingkungannya. Dan mereka akan berjalan berkilo-kilo meter untuk memperoleh makanan. Hal inilah yang akan mempercepat laju seleksi alam. Baca Juga √ 21+ Cabang Ilmu Biologi yang Perlu Kalian Tahu {Lengkap} Perkembang biakan Makhluk Hidup pict by Perkembangbiakan makhluk hidup dapat digunakan untuk kelangsungan hidup organisme. Karena tanpa perkembangbiakan, maka makhluk hidup akan punah. Contohnya dalam suatu perkebunan terdapat populasi belalang terkena radiasi, sehingga belalang jantan menjdai mandul dan tidak dapat melakukan perkawinan dengan belalang betina. Ketidakmampuan belalang untuk berkembang biak akan menyebabkan populasi belalang di perkebunan punah. Jadi belalang tersebut tidak mampu menjaga kelangsungan hidupnya akibat tidak dapat berkembang biak. Maklukh hidup ada yang memiliki daya berkembang biak tinggi dan rendah. Makhluk hidup yang memiliki daya berkembang biak tinggi akan mudah menjaga kelangsungan hidupnya. Contoh kucing, tikus, ilalang dan enceng gondok. Makhluk hidup yang memiliki daya berkembang biak rendah akan sulit dalam menjaga kelangsungan hidup dan menjaga kelestarian hidup jenisnya. Contoh gajah hanya bernak sekali dalam dua tahun dan setiap kali beranak hanya satu ekor. Demikian juga badak, komodo, burung merak, jerapah, harimau dan ikan paus biru yang hanya menghasilkan dua anak dalam waktu sepuluh tahun. Nah, jenis hewan yang memiliki daya berkembang biak rendah adalah hewan-hewan yang terancam kelestariannya. Selain itu tumbuhan dan hewan yang dilindungi negara akibat daya berkembang biaknya rendah. Contohnya tumbuhan yang dilindungi negara adalah bunga bangkai, bunga anggrek bulan Ambon, dan kayu ulin Kalimantan. Demikianlah artikel tentang kelangsungan hidup makhluk hidup yang dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu adaptasi, seleksi alam dan perkembangbiakan makhluk hidup. Dalam mempertahankan kelangsungan hidup makhluk hidup perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, agar mereka mampu bertahan hidup sehingga tidak mudah terseleksi alam. Dan juga makhluk hidup perlu berkembang biak, agar keturunannya dapat dilestarikan sehingga tidak mudah punah dan kelangsungan hidup makhluk hidup dapat berjalan dengan baik. Proses keberlangsungan hidup mulai dari adaptasi hingga perkembangbiakan. Foto UnsplashProses keberlangsungan hidup organisme ditentukan dari adaptasi, seleksi alam, dan spesies organisme, tidak terkecuali manusia, memiliki kebutuhan untuk melestarikan kelompok spesiesnya. Perlu diketahui bahwa keanekaragaman organisme penting untuk keseimbangan proses kehidupan yang terjadi di karena itu, setiap kelompok spesies organisme harus menjaga kelestariannya dengan melakukan proses keberlangsungan hidup. Menyadur dari buku Biologi SMP/MTs Kls IX KTSP karya Agung Wijaya, simak penjelasannya berikut berbagai cara yang dilakukan makhluk hidup dalam proses keberlangsungan hidup. AdaptasiAdaptasi merupakan suatu mekanisme yang dilakukan makhluk hidup untuk menghadapi dan mengatasi tekanan yang ada di lingkungannya, sehingga dapat bertahan hidup lebih sendiri sering diartikan sebagai penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Salah satu contohnya, yakni kaki bebek memiliki selaput di antara jari-jarinya. Selaput tersebut mendukung bentuk adaptasi bebek yang bisa hidup di tempat berair. Dengan selaput di antara jari-jarinya, bebek bisa bergerak di air. Demikian pula dengan kaktus yang umumnya hidup di gurun. Untuk mengurangi penguapan, bentuk daun kaktus sempit dan juga kecil-kecil seperti yang mampu beradaptasi akanMemperoleh air, udara, dan nutrisi makananMengatasi kondisi fisik lingkungan, seperti temperatur, cahaya, dan panasMempertahankan hidup dan musuh alaminyaMerespon perubahan yang terjadi di sekitarnyaAda pun tiga jenis adaptasi, yaitu adaptasi morfologis, fisiologis, dan satu proses keberlangsungan hidup adalah seleksi alam. Foto UnsplashSeleksi AlamMengutip buku Seri IPA Biologi yang disusun oleh Deswaty Furqonita, M. Biomed, seleksi alam adalah seleksi terhadap makhluk hidup yang ada di alam akan menyeleksi makhluk hidup yang sesuai dengan keadaan lingkungan, sedangkan yang tidak dapat menyesuaikan diri akan seleksi alam ini juga bisa disebabkan oleh adanya bencana dan ketersediaan makanan yang sudah menipis. Namun, tidak hanya itu, seleksi alam juga dapat terjadi akibat kepadatan populasi. Akibatnya, hal ini menimbulkan persaingan dalam memperoleh makanan, sehingga organisme hingga makhluk hidup yang tidak mampu bersaing bisa mati pada hidup atau organisme juga dapat memperbanyak diri dengan cara yang beragam. Salah satunya adalah perkembangbiakan. Secara garis besar, perkembangbiakan dibedakan menjadi perkembangbiakan secara kawin dan secara tidak secara kawin bisa disebut juga dengan perkembanganbiakan generatif. Artinya, perkembangbiakan makhluk hidup dilakukan dengan cara peleburan sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina melalui proses perkawinan, sehingga terbentuk zigot yang berkembang menjadi individu itu, perkembangbiakan vegetatif adalah proses pembentukan individu baru dari bagian tubuh induknya tanpa melalui proses fertilisasi. Perkembangbiakan secara vegetatif pada organisme dapat dilakukan denganPembelahan diri, perkembangbiakan ini terjadi melalui pembelahan organisme induk menjadi dua anakan yang sama diri atau fragmentasi, pemotongan salah satu bagian tubuh organisme untuk membentuk individu yang tunas biasanya terjadi pada jamur, tumbuhan, dan umbi dengan melakukan jenis-jenis umbi, seperti umbi lapis, umbi akar, maupun umbi batang.

kelangsungan hidup organisme melalui kemampuan bereproduksi